UTS Gasal MK Pengembangan Sumber Belajar 5B Th. 2026
Rancangan mengajar bahasa Indonesia untuk pembelajar Asing yang meliputi menyimak,
berbicara, membaca, menulis serta memirsa.
Pembukaan
Selamat pagi Teman semuanya. Apa kabar? Semoga sehat-sehat selalu ya. Bagaimana selama tinggal di Indonesia? Menyenangkan bukan? Selain alamnya indah, masyarakatnya pun ramah. Adakah yang mengalami kesusahan untuk belajar bahasa Indonesia? Tidak ya?
Oke, baiklah. Mari kita lanjutkan belajar bahasa Indonesia. Kali ini kita akan mempelajari Tarian Tradisional Nusantara. Dan di kesempatan ini saya akan mengajak Teman-teman untuk mengenal salah satu tarian yang sangat terkenal, khusus dalam tradisi Jawa. tarian itu adalah tari Bedhaya. Bagaimana bisa mengucapkannya? be dha ya. Yah, tiga suku kata. kata ini merupakan kata dalam bahasa Jawa. Huruf /a/ dibaca [a]. Mari kita eja! [be dha ya]. Bagus.
Tari Bedhaya, merupakan tarian sakral. Tari ini hanya ditampilkan di dalam Keraton atau Istana, pada peristiwa-peristiwa tertentu. Biasanya pada even Jumenengan, yaitu peringatan saat penobatan Raja. Seringkali diselenggarakan pada hari nebtu Raja. orang Jawa menyebutnya juga dengan weton.
Kita mengenal hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu dan Ahad, itu merupakan hari bersifat nasional, bahkan internasional seperti Monday, Tuesday, Wednesday, Thursday, Friday, Saturday and Sunday. Di Jawa ada yang disebut hari pasaran seperti Pon, Wage, Kliwon, Legi, Pahing. Hanya lima hari dalam sepekan. Jadi bisa saja seseorang lahir pada Hari Senin Wage, atau Selasa Kliwon misalnya.
Kembali ke tarian. Tari Bedhaya ini diciptakan oleh Sri Susuhan Paku Buwono ketiga. Raja Istana Kasunanan Surokarto Hadiningrat ini, adalah Sinuhun GPH ..... Konon di antara penarinya yang berjumlah lima, atau tujuh orang ini, salah satunya adalah Kanjeng Ratu Kidul. beliau adalah Penguasa Kerajaan Laut Selatan yang menurut kepercayaan secara tradisi merupakan Permaisuri Raja-raja Jawa.
Di antara keistimewaan tarian ini adalah syarat-syaratnya yang cukup ketat. Di antaranya: putri dalem, masih gadis, dan saat menari harus dalam keadaan suci. Tarian ini diiringi Gamelan yang mengalun lirih dan lembut mendayu.
Tujuan Pembelajaran:
Setelah mendengarkan pembacaan Teks Tari Bedhaya, peserta belajar diharapkan mampu:
1. menceritakan kembali secara ringkas,
2. mengucapkan kata atau kalimat tertentu dengan benar.
3. menyebutkan kata-kata seperti: kata benda, kata kerja, dan kata sifat yang ada di dalam teks.
4. menuliskan setidaknya lima kalimat berkaitan dengan teks dalam bahasa yang baik dan benar.
5. menemukan sinonim dari beberapa kata di dalam teks.
6. melengkapi isian dalam paragraf rumpang.

Komentar
Posting Komentar